latar belakang
Banyaknya amal usaha Muhammadiyah di seluruh Indonesia merupakan pasar besar obyek turis domestik dan international, jika ini digarap konsen sektor pariwisata ini akan memberikan pertumbuhan industri para pelaku wisata yang mempunyai hubungan emosional dengan Persyarikatan Muhammadiyah.
Amal Usaha Muhammadiyah tumbuh pesat di seluruh Indonesia masih menjadi obyek market bagi perusahaan traval dan industri travel di luar warga Muhammadiyah atau asosiasi travel di luar Persyarikatan Muhammadiyah. Ini merupakan sumber pendapatan dan sumber dana yang semestinya bisa diambil oleh Persyarikatan sebagai sumber pendapatan lain – lain Persyarikatan.
Pariwisata dalam arti yang seluas luasnya, tiket airline, kerete api , kapal laut, voucher hotel, MICE, tour domestik dan International, Umrah dan haji, Wisata pendidikan, wisata minat khusus, pengurusan dokumen wisata, Cruise, golfing dll. hampir semua itu menjadi kebutuhan Amal Usaha Muhammadiyah [ AUM ]
Khususnya MICE [ Meeting Incentive Coneference & Exibition ] menjadi perhelatan Persyarikatan Muhammadiyah secara rutin dari waktu ke waktu yang selalu diselenggarakan yang kebanyakan masih ditangani oleh perusahaan Industri Travel / Even Organizer di luar pelaku industri wisata yang tidak memiliki hubungan emosional dengan Persyarikatan Muhammadiyah apalagi hubungan secara organisatoris.
Seturut dengan latar belakang tersebut kami bermaksud untuk mengikatkan diri dengan Persyarikatan Muhammadiyah dalam satu wadah yang berbentuk paguyuban JWM [ Jaringan Wisata Muhammadiyah .
nama paguyuban & SIFAT
Nama Paguyuban : JARINGAN WISATA MUHAMMADIYAH
Disingkat menjadi : JWM
Sifat : Patembayan , artinya berkumpul dan bersyerikat sesuai kebutuhan
masing masing pelaku wisata atau Industri wisata .
Visi dan Misi
VISI
Jaringan Wisata Muhammadiyah sebagai jaringan wisata halal & thoyyib kelas dunia dengan pelayanan paripurna
MISI
- Membangun jaringan para pelaku bisnis industri wisata Muhammadiyah di seluruh dunia
- Membangun jaringan hotelier Muhammadiyah di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara
- Membangun jaringan transportasi udara, laut dan darat di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara
Tujuan
Raih target market Amal Usaha Muhammadiyah [ AUM ] sebesar 85 %
Dari share segment Rumah Sakit, Universitas, Sekolah dll. yang setiap tahun membutuhkan
perjalanan wisata, liburan , kunjungan dan MICE
sasaran
1. Production Plan
a) Objective adalah rincian langkah – langkah sasaran yang akan dilaksanakan oleh JWM dalam
satu tahun oleh masing – masing bidang / departmen dalam rangka merealisasikan goal yang
sudah ditetapkan . Sehingga setiap bidang / departemen menetapkan upaya – upaya yang
dapat dilakukannya dalam rangka mempercepat terwujudnya goal.
b) Sasaran / Objective JWM dapat digambarkan sebagai berikut : Meningkatkan jaringan kerja sama antar pelaku wisata dan industri pariwisata di
seluruh Indonesia dan negara negara dimana ada cabang khusus Muhammadiyah Meningkatkan kualitas layanan terhadap konsumen / klien
Inovasi produk wisata untuk meningkatkan kepuasan konsumen / klien
Meningkatkan jumlah market wisata, dengan target dalam tiga tahun mendapat 85 %
share segmen market wisata di AUM
2. Marketing Plan Meningkatkan kepuasan klien
Meningkatkan jumlah konsumen / klien minimal 30 % setiap tahun
Meningkatkan citra / Brand Image JWM
3. HRD PlanMembuat sistem organisasi jaringan yang efektif dan efisien
Peningkatan kualitas SDM
Peningkatan kepuasan kerja para pelaku wisata dibawah JWM
4. Financial PlanMeningkatkan profitibilitas , minimal 20 % setiap tahun
Meningkatkan efektivitas dan efisinesi keunagan JWM [ Produktivitas ]
Keuntungan JWM 10 % diperuntukkan Persyarikatan Muhammadiyah melalui Majelis
Ekonomi PP Muhammadiyah .
action plan
- Action plan program tour JWM
- Action Plan Schedule Program Tour JWM
- Action plan Marketing JWM
- Action plan HRD JWM
- Action plan Finacial
- Action plan Program MTC [ Muhammadiyah Tourism Consortium ]
Yang kesemuanya akan dibahas bersama sama saat rapat kerja anggota JMW
Materinya disiapkan oleh tim khusus / adhoc.
organisasi
Pengurus JWM tediri:
- Ketua Umum :
- Ketua Bidang Program
Tour domestik - Ketua Bidang Program Tour in-bound
- Ketua Bidang Program Tour out-bound
- Ketua Bidang Program Haji , Umrah dan Perjaanan Wisata Religi
- Ketua Bidang Program Jaringan Hotelier Muhammadiyah
- Ketua Bidang Program MICE
- Ketua Bidang Program promosi Domestik
- Ketua Bidang Program Promosi International
- Ketua Bidang jaringan operator wisata Muhammadiyah
- Ketua Bidang Humas / PR
- Ketua Bidang Penanaman Modal
- Ketua Bidang Ticketing Airlines, KA dan Kapal laut
- Ketua Bidang pengembangan IT – Digitalisasi Program wisata
- Sekretaris
- Wakil Sekretaris
- Bendahara
- Wakil Bendahara
Job Description
- Job description masing – masing jabatan di dalam JWM lengkap akan dijabarkan dalam satu
lembaran terpisah yang merupakan satu kesatuan draft ini. - Job description dibuat sebagai steer agar tidak terjadi tumpang tindih dalam masing-masing
jabatan.
POLICY PROSEDURE
1. Policy JWM
a. Semua policy dalam kepengurusan JWM keputusan tertinggi ada pada rapat pengurus.
b. Policy Organisasi JWM dibawah kendali Ketua Umum
c. Policy Organisasi dalam keputusan strategis diputuskan bersama pengurus JWM dan PP
Muhammadiyah Mejelis Ekonomi.
2. Procedure
a. Semua surat keluar antar instansi tingkat tinggi ditanda tangani oleh ketua Ketua Umum dan
sekretaris.
b. Surat menyurat terkait yang berhubungan dengan departemen terkait, ditandatangani oleh
para ketua para sekretaris.
c. Semua bentuk pengeluaran uang harus diajukan kepada bendahara dan mendapat
persetujuan Ketua Umum.
d. Masing – masing ketua koordinator dapat mengajukan keuangan organisasi sesuai RAB JWM
diajukan kepada bendahara selanjutnya dimintakan persetjuan Ketua umum.
MEKANISME KERJA
Mekanisme JWM diatur sedemikian rupa agar tertib dalam berorganisasi, tidak terjadi tumpang tindih
dalam mengambil keputusan dan menjalankan program JWM. Agar Jaringan Wisata Muhammadiyah
ini dinamis dan cepat dalam mengambil keputusan maka diatur hal – hal sebagai berikut :
1. Surat menyurat
a. Di era digital untuk mempercepat proses, semua surat keluar dapat ditanda tangani secara
virtual atas sepersetujuan pejabat yang bersangkutan.
b. Semua surat dilakukan secara virtual dengan tetap menggunakan sistem filing manual
sebagai back up data dalam bentuk hard copy.
c. Semua surat virtual yang ditanda tangani oleh para ketua , diwajibkan memberikan
tembusan kepada ketua umum dengan menyebutkan cc. Ketua umum atau cc. para ketua
sebagai langkah koordinasi.
2. Keuangan
a. Semua mekanisme pelaporan keuangan dilaporkan dalam bentuk virtual untuk
memudahkan kontrol dan kevalidan data.
b. Semua bentuk pengeluaran mengacu pada RAB yang telah disyahkan oleh rapat tahunan
JWM
c. Semua bentuk reamburs mengacu pada plafon anggaran yang ditetapkan dalam RAB dengan
menunjukkan bukti factual yang syah [ Misal : tiket , boarding seat , bill restaurant dll. ]
d. Plafon dana pengeluaran para pejabat JWM jika melebihi plafon , maka dana kekurangannya
otomatis ditanggung oleh pejabat yang bersangkutan.
POS [PROSEDURE OPERASIONAL STANDARD]
POS [ Procedure Operational Standard ] sesuai masing masing bidang akan dibahas dalam rakernas JWM atau tim adhoc yang menyiapkan.
CODE OF CONDUCT JWM
Dibuat secepatnya sebelum deklarasi dan sebelum rakernas.Sebagai bahan pembicaraan bisa dibuat oleh tim adhoc.
Demikian sekilas tentang draft Jaringan Wisata Muhammadiyah [ JWM ]
Selamat membedah hingga bisa menjadi lebih sempurna .
Tim kerja :
Muhsin Thoyib Arbas [ Jawa Timur ]
Ismoyo Sumarlan [ Bali ]
Warsongko [ Babel ]
Fathul Mufid [ Jawa Timur ]
